Mengenal Desain Gaya Retro, Dekorasi Khas di Tahun 1960-an

Gaya dekorasi arts dengan nuansa tempo dulu alias jadul kini sudah kembali diminati oleh banyak orang di dalam mendesain interior bangunan. Salah satunya dari banyak gaya desain adalah model retro. Nah, meskipun identik dengan model interior jadul, gaya retro ini sebenarnya berbeda dengan vintage yang jadi tren dan berkembang jauh lebih dulu dari retro, yaitu era 1920-an hingga 1960-an.

Gaya retro ini baru mulai ramai dibicarakan di jagad interior di era 1960-an hingga 1990-an awal. Tetapi, perkembangan gaya retro sendiri pada dasarnya sudah tumbuh sedari awal 1900-an. Tiap era dan dekade, desain gaya retro mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perkembangan industri lain. Jika dilihat berdasar era perkembangannya, gaya retro dapat kita kelompokkan ke dalam beberapa model berikut.

Retro Art Deco

Retro Art Deco

Desain retro ini merupakan gaya retro yang dikenal sejak awal berkembangnya pada era 1930-an. Jika dilihat dari konsep keseluruhannya, desain art deco ini sangat identik dengan hal sederhana dibanding gaya retro yang lain. Art deco didominasi oleh bentuk gubahan masa yang formal serta geometrik plus elemen garis tegas juga simpel, hal ini menjadi ciri utama dari gaya desain retro art deco. Kebanyakan bentuk perabot retro art deco juga melebar ke samping atau horizontal, plus dominasi material kayu yang solid dan dikombinasikan dengan benda yang terbuat dari logam besi dan kuningan. Retro art deco bisa kamu dapat di toko parket (parquet) yang menyediakan kayu dan material logam.

Retro Fities

Sama seperti namanya, desain gaya retro fifties ini berkembang di tahun 1950-an. Munculnya desain ini sangat erat kaitannya dengan berkembangnya ekonomi serta industri yang sedang pesat saat itu, hingga penggunaan material dan warna dalam desain interior ini jadi lebih eksploratif dan berani. Di desain gaya retro fifties, kamu akan menemukan banyak perabot yang dipadu dengan material olahan seperti melamin, vinyl, plastik fiber, karet, serta berbagai material industri lain. Tak seperti art deco, retro fifties akan dipenuhi warna yang berani seperti kuning, jingga serta merah.

Retro Pop Art

Retro Pop Art

Nah, masuk ke 1960-an, seni dan fashion sudah mulai berkembang pesat sehingga ia juga jadi kiblat dari perkembangan desain retro yang ada. Di era ini, gaya retro lebih dikenal dengan pop art di mana bentuknya sudah diekplorasi lebih tajam lagi dan warna untuk desain interior juga sudah tak lagi punya batas. Era pop art ini sendiri merupakan masa desain retro dengan ciri khas paling berbeda jika dibanding dengan desain retro sudah eksis sebelumnya.

Retro Seventies

Retro Seventies

Pada saat perpindahan ke era 1970-an, retro art deco sudah mulai dilirik kembali sebagai suatu estetis yang kemudian diterapkan untuk gaya interior. Bisa dikatakan, gaya retro seventies adalah bentuk transformasi desain art deco yang di-mix dengan campuran teknologi yang sudah modern. Tak lagi simpel, gaya retro seventies lebih banyak dieksplorasi dan menjadi kiblat penggunaan warna palet earthy tone. Meskipun punya perkembangan berbeda di tiap era, desain gaya retro pada umumnya punya karakteristik inti yang sama dan menjadi identitas. Karakteristik tersebutlah yang dapat kamu jadikan pedoman jika ingin megadaptasi desain retro untuk interior rumahmu.

Itulah macam-macam desain retro yang dibagi menjadi 4 kelompok. Untuk menjadikan rumah punya gaya retro gampang-gampang susah juga ya. Namun, bahan-bahan dan alatnya bisa kamu cari di toko lantai kayu yang mungkin menjual lengkap bahan bangunan. Selain itu, kepiawaian arsitek juga mempengaruhi bagus atau tidaknya desain yang akan jadi nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *