Buat Studio Musik Yang Nyaman Dan Anti Brisik Dengan Cara Ini!

Merancang bangunan selalu disesuikan dengan fungsinya. Area perkantoran butuh area luas dengan mekanikal elektrikal yang rumit. Perpaduan antara ventilasi, pencahayaan dan kelistrikan menjadi sangat penting. Berbeda dengan membangun hunian rumah ada banyak elemen yang saling mempengaruhi.

Studio Musik Yang Nyaman dan Tidak Polusi Suara

Dalam bisnis musik suara adalah bagian terpenting. Sebuah studio musik yang terletak di dalam rumah atau berdiri sendiri dalam bangunan independen tetap harus memikirkan tata letak dan konstruksi bangunan yang nyaman bagi pengguna dan sekitarnya. Karena kekuatan suarapun dapat merusak dinding, kaca dan konstruksi bangunan bila tidak mempertimbangkan desainnya dengan matang. Berikut adalah desain studio musik yang tidak akan merusak bangunan karena suaranya.

1. Sesuaikan Dengan Luas Ruangan.

Ruangan sempit akan seperti ukuranĀ 6m X 3m X 3m tidak dapat diletakan banyak alat musik di dalamnya. Jadi pastikan antara ruangan untuk bermain musik dan area merekam juga terpisah dan tersedia. Pertimbangkan dengan baik semua alat dan furniture yang akan ditempatkan di dalamnya.

2. Peredam Suara

Suara alat musik dan penyanyi harus dapat menyatu dan enak didengar. Namun, tidak perlu sampai keluar dari ruangan dan menggangu orang sekitar. Pasang peredam suara yang handal disekeliling dinding agar tidak tercipta polusi udara dan paduan alat musik dan suara vokal dapat lebih menyatu dan jelas karena kurangnya distorsi.

3. Menyebar

Letakan alat musik secara menyebar dalam ruangan dan tidak semua berkumpul disalah satu penjuru. Dengan demikian penyebaran suara bisa merata dan terdengar lebih seimbang. Area bermusik dan ruang kenali juga sama pentingnya. Penempatan peralatan juga harus disesuaikan agar tidak terlalu panas dan membuat suasana dalam studio jadi tidak nyaman.

4. Posisi Speaker

Sepertinya posisi speaker tidak berpengaruh untuk noise dan kenyamana. Padahal tidak, posisi yang menyerong dengan ketinggian tertentu yang tidak kurang dari 150cm dihitung dari lantai adalah yang paling ideal. Tentu hal ini juga berkaitan dengan penempatal seklar dan mekalinal lainnya. jadi sebelum membangun sebuah studio musik, diskusikan terlebih dahulu dengan kontraktor mekanikal elektrikal tentang semua jalur listrik yang diperlukan sebuah studio musik, karena kebutuhannya berbeda dengan hunian biasa.

5. Lantai Peredam Suara

Menggunakan lapisan kayu parket atau beton menjadi pilihan untuk bagian bawah dari sebuah studio musik. Tentu lantai juga harus diperhatikan karena harus dapat menopang beban alat musik dan perangkat lainnya yang cukup berbobot. Lantai dengan tambahan floor hardener atau pengeras lantai akan memberikan tambahan proteksi pada lantai agar tidak keberatan, retak atau bahkan amblas.

6. Ketebalan Dinding

Untuk mengatasi suara dapat dipasang peredam suara. Namun getaran suara dengan volume besar juga dapat merusak bangunan. Jadi lapisan dinding beton dapat memberikan ketebalan yang diperlukan untuk nyaman bagi penggunanya. Adanya lapisan peredam suara juga akan memberikan tambahan ketebalan yang dibutuhkan.

7. Minim Furniture

Karena banyaknya alat musik dan pengoperasian perangkat speaker dan perekam, penempatan furniture jadi tidak terlalu penting. Gunakan perabotan yang tidak terlalu besar dan hindari memenuhi ruangan.

Buat sebuah ruangan untuk bermusik yang nyaman untuk digunakan dan merawat semua perangkatnya dengan baik. Pastikan semua elemen seperti pencahayaan, ventilasi, dan elektrikalnya lebih diperhatikan karena untuk menjaga suara didalam, bentuk ruang musik cenderung lebih tertutup dan minim bukaan. Jadi Penempatan ventilator juga AC menjadi krusial disamping berbagai elemen penunjang lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *